20170323

Review : Power Rangers (2017 Movie)

Pertama-tama, maapkeun saya yang sudah berpuluh purnama kagak mosting. Dan alasannya juga seperti biasa. Jadi ya sudahlah, maklumi saja.

Yak, cukup basa-basinya. Mari kita ulas pelem pahlawan spandeks ketat yang baru tayang sehari lalu... maaf bukan spandek, tapi armor alah manusia strikaan.

It's morphin' time...





DISCLAIMER : SPOILER ALERT!


Sebelumnya, review ini akan dipandang dari dua sisi. Sisi pertama adalah film ini jika dibandingkan dengan akarnya, yaitu Power Rangers asli alias MMPR dan akarnya yang paling unjung, yaitu Super Sentai Kyouryu Sentai Zyuranger. Sisi kedua, adalah film ini dibandingkan dengan film super hero mainstream produk tetangga (baca : Marv*l, *C).

Film ini memang adaptasi, tapi adaptasi bebas dari Om Dean Israelite sebagai sutradara bersama konconya, John Gatins. Adaptasi bebas itu sudah hadir sejak menit pertama, dimana kita langsung bertemu dengan Rangers jaman baheula, yang ternyata dipimpin sendiri oleh Zordon sebagai Red Ranger. Dimana, Rita Repulsa, penyihir yang di MMPR dikurung di bulan, ternyata disini adalah bagian dari Tim Zordon, tepatnya Green Ranger. Tapi, seperti biasa, kekuatan yang berlebih membuat Rita ingin pecah kongsi dan berkhianat, makanya Zordon menghentikannya. Sialnya kagak bisa. Jadi, sebelum meteor menghancurkan mereka berdua jadi bubur, dia mengumpulkan Power Coin temannya yang sudah koit dan menguburnya dengan harapan koin itu menemukan pemilik selanjutnya di jaman yang akan datang. Dan ceritapun dimulai.

Lima anak muda dari Angel Grove yang nantinya dipilih, adalah lima anak muda yang penuh dengan masalah. Jason, Billy, Kimberly, Zack, dan Trini, semuanya mempunyai masalah masing-masing. Dan yang hebatnya dan berani, om sutradara dengan penulis mengangkat isu yang sebenarnya sensitif untuk diangkat. Sempat menyinggung tentang (maaf) autisme, lawakan rasis (dan kampretnya ane dan seisi bioskop ketawa...) dan eh... em... ng... Lesb-. Keberanian membuat konflik personal lebih dulu dan cerita yang lebih dalam dan lebih gelap lagi senjata dari film. Walau, masih kerasa hit and miss.

Biarpun berlima, tapi sayangnya yang karakter yang terkena sinar hanya Jason, Billy, dan Kimberly. Sedangkan Zack dan Trini sedikit kabur. Beruntung, sesi api unggun menyelamatkan mereka berdua. Billy, dengan celotehan dan celetukannya memang mencuri perhatian lebih banyak dari si merah. Kimberly dan Trini... mantep pak, sumpah. Gak kalah dari Amu atau Kasumi. Zack, dia punya banyak kemiripan dengan karakter pendiam Toku seperti Nagi, bedanya dia berisik. Jason, lumayan berandal untuk jadi seorang pemimpin, dan ane suka karakternya. Seorang pemimpin tidak harus baik budi, tidak pula hobi teriak-teriak enggak jelas sampai serak. Rita Repulsa, sebagai musuh memang masih kurang nendang aja. Zordon, hadeh... Zordon yang disini bukan Zordon yang di MMPR, atau katakanlah sebiji saja mentor Rangers atau Sentai, sama sekali tidak sebagai mentor kalau ane yang bilang. Zordon seakan hanya sebagai orang tua yang hobinya merepet-repet dan memberikan mereka kekuatan tapi dengan minim memberi petunjuk untuk menggunakannya. Dialog dan narasi, sekedar bagus saja. Enggak ada yang berkesan sih.

Segi visual, jelas MMPR atau Zyuranger kalah telak. Bahkan Ninja Steel atau Kyuranger. Beberapa review bilang CGInya masih mentah, tapi menurut ane masih bisa disandingkan dengan pelem-pelem CGI yang lainnya. Kostumnya memang bagus, tapi kesalahan memang memberi Jason pedang, tapi tidak memberi yang lain senjata. Kalau banyak yang bilang zord ini jelek, ane bilang lumayanlah. Setidaknya tidak ngawur macam zord dan mecha Ranger dan Sentai kekinian. Hanya saja, enggak ada combine sequence atau lebih tepatnya menyembunyikannya.

Ada elemen-elemen fanservice yang kurang mantap diolah. Yang kerasa adalah jingle "Go Go Power Ranger" (yang kaya'nya sampai mampus bakalan diremix untuk opening renjer mendatang). Sialnya, kentang... hanya sekelebat doang. Juga ada dua kameo setelah pertarungan Goldar vs Megazord. Dan adegan Kimberly yang... hahaha... itulah. :p

Bisa ane simpulkan, kalau film ini adalah peletakan batu pertama atau sebuah pondasi universe Power Rangers yang akan dilanjutkan, sepertinya. Dan sebagai film pengawal dari sebuah universe, Power Rangers bukan film yang terlalu buruk.

Terus, dari sisi Rangers dan Sentai, film ini menang telak. Sangat telak. Film ini hanya bisa dikalahkan dengan Rangers atau Sentai dengan cerita yang benar-benar menohok. Hanya cerita lho, beda lagi kalau kita udah ikutan ngebahas visualnya.

Dari sisi film superhero mainstream, film ini sama seperti Iron Man pertama, Captain America pertama, dan Thor pertama. Sebuah film pertama yang masih belum baik, tapi ane yakin seyakin-yakinnya, akan membaik di film sekuelnya. Karena, dengan universe yang meluas dengan petunjuk Zeo Crystal dan Mid Credit yang merujuk ke karakter legendaris bernama Tommy Oliver (ane kagak tau yang after credit, udah mepet mau masuk kelas pak :v), tim selanjutnya bisa bekerja lebih maksimal untuk mengembangkan film lanjutan, kalau ada... Sekalian juga, bisa meramaikan jagat dunia pelem super hero. Saya sudah bosan pelem marpel yang riang gembira dan pelem dece yang gelap gulita tapi semua orang mengutuknya.

Summary :
7.8/10

Tidak jelek, tapi mau dibilang bagus ada yang mengganjal. Cocok untuk para penggemar Rangers, khususnya yang mau menerima perubahan tokoh favoritnya dipermak habis-habisan. Dan untuk bapak-bapak di kursi panas TO*I, sudah seharusnya bergerak dan membawa salah satu dari Sentai, Rider atau Ultra ke level yang lebih tinggi lagi.

Tapi kalau ditanya ke pribadi ane, ane sangat senang dan puas. Dengan hadirnya film ini, publik tidak menilai lagi kalau Power Rangers hanyalah tontonan bagi bocah (walau kenyataannya iya... :v). Dan film ini juga mampu mewarnai perfileman aksi Holiwut, yang belakangan gitu-gitu aja.

Yowes.

Selanjutnya kita bakal ngomongi Kyuranger yang sudah meyentuh episode 6, dan Ex-Aid, dimana Kurapan Dan baru tewas minggu ini.

See ya!




Baru inget. Om Jason David Frank, alias Tommy Oliver/Green MMPR, White MMPR, Red Zeo, Red Turbo, Black Dino Thunder bakalan bertandang ke negara ini di acara Indonesian Comic Con tanggal 28 dan 29 Oktober. Yang keturunan sultan, silahkan beli paket eksklusif bareng Om itu.

DCL Gratis tentang review ini ada di postingan selanjutnya.

0 comments:

Post a Comment